PONTIANAK – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026. Salah satu upayanya diwujudkan lewat pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun kelapa sawit di Kalimantan Barat.

Pelatihan yang diselenggarakan PT Titian Karsa Mandiri (TKM) berlangsung pada 5-11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak. Kegiatan ini diikuti pekebun dari Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Bengkayang sebagai bagian dari percepatan penerapan standar keberlanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pekebun agar mampu menerapkan tata kelola perkebunan yang sesuai dengan standar ISPO, memenuhi ketentuan regulasi, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar nasional maupun internasional.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan dan regulasi ISPO, prinsip serta kriteria sertifikasi, legalitas usaha, pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, hingga praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan.

Pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan, kalangan akademisi, dan praktisi yang berpengalaman dalam penerapan serta sertifikasi ISPO. Kehadiran para ahli tersebut memberikan pemahaman mengenai tantangan implementasi standar keberlanjutan di tingkat pekebun sekaligus solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

Pelatihan ISPO bagi pekebun sawit di Pontianak
BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menggelar pelatihan Implementasi ISPO bagi pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Sekadau dan Bengkayang di Pontianak. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perkebunan sekaligus mempercepat penerapan standar sawit berkelanjutan di Indonesia. (dok.Ist)

Selain pembelajaran di kelas, peserta mengikuti praktik lapangan dan pembahasan studi kasus agar lebih memahami penerapan prinsip-prinsip ISPO secara langsung.

Metode pembelajaran disusun secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi, serta berbagi pengalaman antarpeserta sehingga proses pelatihan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga penguatan kemampuan praktis.

PT Titian Karsa Mandiri menyatakan pelatihan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi ISPO di tingkat pekebun sekaligus mendorong pengelolaan perkebunan yang lebih profesional, berkelanjutan, dan sesuai dengan standar nasional.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengembangan kompetensi sektor perkebunan, PT Titian Karsa Mandiri berkomitmen terus menghadirkan program pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan industri agar pekebun semakin siap menghadapi dinamika pasar global dan tuntutan penerapan standar keberlanjutan.