Holding Perkebunan Nusantara Catat Kinerja Positif, Pembelian TBS Petani Mitra PTPN IV Regional V Lampaui Target Semester I 2026
PONTIANAK – Holding Perkebunan Nusantara melalui entitasnya, PTPN IV Regional V, mencatatkan kinerja positif dalam memperkuat kemitraan dengan petani sawit. Hingga akhirJuni 2026, Distrik Petani Mitra (DPM) PTPN IV Regional V berhasil merealisasikanpembelian Tandan Buah Segar (TBS) dari petani mitra sebanyak 174.261 ton, atau mencapai100,81 persen dari target Semester I Tahun 2026 sebesar 172.864 ton. Realisasi tersebutmeningkat 26,48 persen dibandingkan capaian Semester I Tahun 2025 yang sebesar 137.775 ton.
Selain mencatat kinerja positif secara kumulatif pada Semester I, capaian sepanjang Juni 2026 juga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Selama bulan Juni, Distrik PetaniMitra berhasil merealisasikan pembelian TBS sebanyak 42.505 ton, atau mencapai 114,46 persen dari target bulanan. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 21.715 ton, realisasi tersebut meningkat hampir dua kali lipat. Peningkatan inimencerminkan semakin kuatnya kepercayaan petani terhadap pola kemitraan yang dibangunoleh PTPN IV Regional V.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat kemitraandengan petani sekaligus menjaga kesinambungan pasokan bahan baku bagi Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kinerja tersebut merupakan hasil sinergi antara perusahaan dan petani mitramelalui pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas layanan, serta penerapan tata kelola kemitraan yang profesional dan saling menguntungkan.
Berdasarkan realisasi terhadap RKAP Semester I Tahun 2026, PKS Rimba Belian menjadiunit dengan kinerja terbaik melalui capaian 136,86 persen, disusul PKS Gunung Meliausebesar 126,04 persen, dan PKS Pelaihari sebesar 107,41 persen. Capaian tersebutmenunjukkan efektivitas sinergi antara Distrik Petani Mitra dan masing-masing PKS dalammemperkuat jaringan kemitraan sekaligus menjamin kontinuitas pasokan bahan baku pabrik.
General Manager Distrik Petani Mitra (DPM) PTPN IV Regional V, Ary Asnawi, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil komitmen perusahaan dalammembangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan bersama petani.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara perusahaan dengan petani mitradi seluruh wilayah kerja. Kami terus berupaya memberikan pembinaan dan pendampingan, sekaligus memastikan proses pembelian TBS berlangsung secara transparan, profesional, dan sesuai standar perusahaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis target pembelian TBS hingga akhir tahun dapat tercapai,” ujar Ary.
Lebih lanjut, Ary menegaskan bahwa Distrik Petani Mitra akan terus mengoptimalkan peranpetugas di lapangan dalam memperkuat hubungan dengan petani mitra, khususnya pada wilayah kerja PKS yang capaian pembelian TBS-nya masih berada di bawah target.
“Petugas DPM di lapangan akan terus meningkatkan pendekatan dan intensitaspendampingan kepada petani mitra agar hubungan kemitraan semakin erat dan potensiproduksi TBS dapat dioptimalkan. Kami juga akan melakukan evaluasi secara berkalaterhadap unit-unit yang capaiannya masih rendah, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah perbaikan yang tepat sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah,” tambahnya.
Menurut Ary, penguatan komunikasi, peningkatan kualitas layanan kepada petani, sertakoordinasi yang lebih intensif dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalammendorong peningkatan pasokan TBS dari petani mitra secara berkelanjutan hingga akhirtahun.
Memasuki Semester II Tahun 2026, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V akan terus memperluas basis kemitraan, meningkatkan intensitas pembinaankepada petani, mengoptimalkan pelayanan pembelian TBS, serta memperkuat koordinasidengan seluruh unit PKS.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren pertumbuhanpembelian TBS hingga akhir tahun sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalammembangun rantai pasok kelapa sawit yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraanpetani, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan