JAKARTA – Kementerian Perdagangan mengembangkan platform digital InaExportdari portal informasi perdagangan menjadi ekosistem layanan ekspor yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari pasar internasional.

Pengembangan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersamadengan 19 mitra yang berasal dari instansi pemerintah, badan usaha milik negara, perguruan tinggi, dan asosiasi industri di Jakarta, Selasa, lalu. Salah satu mitra yang terlibat adalah PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo), subholding dariPTPN III (Persero).

Kerja sama itu diarahkan untuk memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga perusahaan perkebunanberskala besar. InaExport yang selama ini lebih banyak menjadi sumber informasiperdagangan dikembangkan sebagai fasilitator transaksi bisnis ke bisnis (B2B).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, salah satu persoalan yang dihadapi pelaku usaha Indonesia bukan semata-mata kemampuan menghasilkanproduk, melainkan menemukan pasar yang sesuai di luar negeri.

“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untukmempromosikannya,” kata Budi dalam acara soft launching InaExport di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Menurut dia, pengembangan InaExport mengadopsi konsep discovery commerce, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk mempertemukan produk dengan calonpelanggan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pasar.

“Melalui InaExport, kita menerapkan konsep discovery commerce, yaitu bagaimanaproduk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritmadigital,” ujarnya.

Bagi PTPN IV PalmCo, kerja sama dengan Kementerian Perdagangan dituangkandalam kesepakatan mengenai sinergi pengembangan ekspor produk perkebunan. Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama Direktorat Jenderal PengembanganEkspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan dan perluasan pasar eksporsejumlah komoditas perkebunan yang dikelola perusahaan, antara lain kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir. Kerja sama juga mencakup kegiatan promosi dagangbersama.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, akses terhadapjaringan pasar internasional menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perusahaanperkebunan yang berorientasi ekspor.

“Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami aksesterintegrasi ke ekosistem InaExport,” kata Jatmiko, Sabtu (26/09/2026).

Menurut dia, integrasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempertemukankomoditas perkebunan dengan calon pembeli internasional yang telah terverifikasi. PTPN IV PalmCo juga akan memanfaatkan kerja sama promosi dagang denganKemendag untuk memperluas pasar ekspor.

“Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisaterhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien,” ujarnya.

PTPN IV merupakan entitas yang bertahan (surviving entity) setelah penggabungansejumlah anak usaha di lingkungan PTPN Group.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan, transformasi InaExport mencakup lima layanan utama. Layanan tersebut meliputiasesmen kesiapan ekspor melalui fitur Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasibiaya melalui kalkulator ekspor, serta layanan inquiry untuk mempertemukanpermintaan pembeli dengan eksportir.

Selain itu, platform tersebut menyediakan dashboard intelijen pasar serta integrasidengan sejumlah layanan pendukung, seperti logistik dan pembiayaan.

Fajarini mengatakan penggunaan InaExport menunjukkan peningkatan dalambeberapa bulan terakhir. Hingga September 2026, jumlah pengakses platform tersebut disebut mencapai 866.000, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkanperiode yang sama tahun sebelumnya. Adapun anggota yang telah terverifikasimencapai sekitar 15.000.

“Penandatanganan hari ini dengan 19 mitra bertujuan agar data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dapat terhubung dalamsatu pintu,” kata Fajarini.

Kemendag menargetkan InaExport dapat beroperasi secara penuh atau go live pada 5 Oktober 2026.

Pengembangan platform tersebut diharapkan dapat membantu eksportir mengatasisejumlah persoalan dalam pengembangan pasar luar negeri, seperti keterbatasaninformasi pasar, pemenuhan regulasi, serta akses terhadap calon pembeliinternasional.

Bagi perusahaan perkebunan seperti PTPN IV PalmCo, integrasi layananperdagangan dan promosi dalam satu ekosistem digital menjadi salah satu saluranyang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring pasar bagi komoditasperkebunan Indonesia.