Kematian Santri di Kubu Raya Diselidiki, Keluarga Ungkap Dugaan Kekerasan
KUBU RAYA – Kematian seorang santri berinisial IZ (16) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini dalam penyelidikan kepolisian setelah keluarga menemukan indikasi kekerasan berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
Kasus meninggalnya santri berinisial IZ (16) di Kabupaten Kubu Raya masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Penjelasan awal yang menyebut korban meninggal akibat alergi obat kini dipertanyakan oleh pihak keluarga.
Keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Proses hukum tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kematian santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia itu.
Kuasa hukum keluarga, Muhammad Merza Berliandy, menyatakan pihaknya telah menerima mandat untuk mengawal perkara ini hingga tuntas. Sejumlah dokumen medis, termasuk hasil visum, CT scan, dan pemeriksaan laboratorium dari dua rumah sakit, telah dikumpulkan sebagai bahan pendalaman.
“Dari hasil visum terdapat indikasi trauma akibat benda tumpul. Ini bukan kondisi yang disebabkan oleh alergi obat,” ujar Merza dalam konferensi pers di Pontianak, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, hasil laboratorium menunjukkan penurunan signifikan pada kadar hemoglobin dan trombosit korban. Kondisi tersebut dinilai mengarah pada dugaan pendarahan akibat benturan keras.
“Secara medis tidak ada pernyataan dari rumah sakit yang menyebut alergi obat sebagai penyebab kematian,” tegasnya.
Keluarga juga menyoroti perbedaan keterangan terkait kondisi korban sebelum mendapatkan perawatan. Pihak pesantren disebut menyatakan korban masih dapat berjalan saat dibawa berobat.
Namun, keluarga yang melihat langsung kondisi korban di rumah sakit menyebut korban sudah dalam keadaan lemah dan tidak mampu bergerak.
“Untuk mengganti pakaian saja sudah tidak sanggup. Kondisinya sangat lemah,” kata Merza.
Perbedaan informasi tersebut memperkuat dugaan adanya peristiwa yang belum terungkap sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, laporan keluarga telah ditindaklanjuti oleh Polres Kubu Raya dan ditingkatkan menjadi laporan polisi. Aparat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Diketahui, korban merupakan siswa kelas XI di SMA Tahfizhul Qur’an Labbaik. Ia sempat dirawat di RS Bhayangkara Pontianak sebelum dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/3) pukul 07.40 WIB setelah mengalami pembengkakan pada wajah dan otak berdasarkan hasil CT scan. (Ara)

Tinggalkan Balasan