MEDAN – Inovasi digital yang dilakukan oleh PTPN IV PalmCo mendapat apresiasi luas dari Komisi VI DPR RI dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan. Kunjungan ini menjadi ruang dialog penting antara legislatif dan sektor perkebunan untuk mempercepat transformasi industri sawit nasional.

Dalam kunjungan bertajuk “Penguatan Sinergi untuk Percepatan Transformasi Industri Kelapa Sawit Nasional”, Ketua Tim Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. H.A.M. Nurdin Halid, menyoroti peran vital sektor sawit dalam perekonomian Indonesia. Ia menyebut industri ini telah menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara.

“Produksi CPO nasional mencapai lebih dari 48 juta ton tahun ini. Transformasi seperti yang dilakukan PalmCo sangat relevan untuk memperkuat daya saing kita di tengah isu global,” kata Nurdin Halid.

Digitalisasi menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Salah satunya adalah sistem PalmCo Business Cockpit, sebuah platform pemantauan operasional secara real-time, serta AgroView, teknologi berbasis drone dan satelit yang digunakan untuk memantau kondisi kebun dari jarak jauh.

Anggota Komisi VI DPR RI, Drs. H. Mulyadi, M.M.A., menyatakan kekagumannya terhadap cara PalmCo mengintegrasikan teknologi untuk membangun sistem perkebunan berbasis data.

“Transformasi digital ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga soal kemandirian energi dan pangan. Langkah PalmCo layak jadi role model,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi VI lainnya, Firnando H. Ganinduto, B.A., juga menyoroti sistem pemantauan yang memungkinkan efisiensi tinggi tanpa kehilangan akuntabilitas.

“Melalui dashboard real-time seperti ini, kebun bisa dipantau tanpa harus berada di lokasi langsung,” jelasnya.

Perwakilan Kementerian BUMN, Faturohman, menegaskan bahwa PTPN Group kini tengah berada di fase ekspansi setelah melalui proses restrukturisasi sejak akhir 2023. Dalam skema baru, PalmCo menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total pendapatan grup.

“Dengan pengelolaan lebih dari 618 ribu hektare kebun inti, PalmCo kini menjadi salah satu pelaku utama industri sawit global,” katanya.

Direktur Utama Holding PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan apresiasinya atas dukungan legislatif terhadap reformasi sektor sawit, termasuk dorongan untuk mencapai Return on Assets (ROA) sebesar 7,5% pada tahun 2029.

“Ini sejalan dengan tantangan dari Presiden untuk mengelola aset negara secara lebih efisien dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, memaparkan bahwa transformasi operasional terus berjalan, termasuk penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta sistem analitik berbasis dashboard data.

“Produktivitas CPO kami saat ini sudah menyentuh angka 4,6 ton per hektare. Di sisi lain, kami tengah mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan target 60.000 hektare tahun ini,” jelas Jatmiko.

Selain produktivitas, PalmCo juga menegaskan fokus pada hilirisasi energi terbarukan. Upaya konversi limbah menjadi sumber energi ekonomis serta pengembangan biodiesel menjadi bagian dari agenda jangka panjang perusahaan.

“Kami membangun masa depan industri sawit Indonesia yang bukan hanya efisien, tapi juga berdampak sosial dan ramah lingkungan. Sinergi Next Gen Operation dan akselerasi PSR akan terus kami dorong,” tutup Jatmiko.