PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mempercepat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sebagai bagian dari upaya pembenahan sanitasi dan pengelolaan limbah domestik secara modern dan berkelanjutan.

Program tersebut ditargetkan berjalan hingga tahun 2030 dan menjadi salah satu proyek strategis nasional di bidang sanitasi perkotaan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, mengatakan pembangunan SPALD-T merupakan langkah penting dalam mendorong perubahan tata kelola sanitasi di Kota Pontianak.

“Mudah-mudahan kita semua berkomitmen mendukung proyek ini sampai tahun 2029 hingga 2030 karena ini menyangkut perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sanitasi,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Tindak Lanjut Review Mission ADB Kegiatan Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) atau SPALD-T Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rohana Muthalib Bapperida Kota Pontianak, Jumat (29/5/2026).

Menurut Sidig, pembangunan SPALD-T juga berjalan seiring dengan pembenahan pengelolaan sampah di Kota Pontianak yang saat ini mulai didukung fasilitas pengolahan sampah terpadu.

Ia menjelaskan proyek SPALD-T sebenarnya telah dirancang sejak 2018. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait administrasi dan kepastian lahan.

Salah satu kendala yang dihadapi yakni proses perpanjangan kerja sama pemanfaatan lahan yang digunakan untuk mendukung pembangunan proyek tersebut.

“Kalau lahannya belum selesai, maka pembangunan tidak bisa berjalan,” katanya.

Selain persoalan lahan, pemerintah juga masih menyelesaikan sejumlah dokumen pendukung, seperti AMDAL lingkungan, AMDAL lalu lintas, hingga regulasi turunan berupa Peraturan Wali Kota terkait pengelolaan limbah domestik.

Dalam aspek pelayanan, Pemerintah Kota Pontianak menargetkan sedikitnya 3.000 sambungan rumah pada tahap awal pelaksanaan proyek hingga tahun 2029.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 sambungan rumah berasal dari proyek SPALD-T dan 1.500 lainnya didukung Pemerintah Kota Pontianak.

Jumlah layanan tersebut nantinya akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai sekitar 32 ribu sambungan rumah.

Sidig menegaskan proyek SPALD-T membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat keamanan, hingga masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pembangunan kemungkinan akan menimbulkan dampak sementara seperti gangguan lalu lintas di sejumlah titik pekerjaan sehingga komunikasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara intensif.

“Proyek ini membutuhkan dukungan semua pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal,” pungkasnya.