BPSDM Kalbar Dorong ASN Muda Jadi Agen Perubahan Lewat Seminar Pengembangan Kapasitas
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar ASN Young Generation bertajuk Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Muda Kalbar di Aula Bhineka Tunggal Ika, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur muda sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, mengatakan aparatur sipil negara (ASN) muda memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah sehingga perlu mendapatkan penguatan kompetensi, motivasi, dan karakter.
Menurutnya, ASN muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“ASN muda Kalimantan Barat memiliki potensi besar. Mereka perlu terus mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu menjadi agen perubahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Windy menegaskan perubahan pola pikir juga menjadi faktor penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi pelayanan.
“Paradigma yang sebelumnya ingin dilayani harus berubah menjadi semangat melayani masyarakat,” katanya.
Seminar tersebut turut menghadirkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Fatoni, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Fatoni menilai pengembangan kapasitas ASN menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan birokrasi yang terus berkembang.
Menurutnya, ASN perlu memiliki wawasan luas, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kegiatan seperti ini penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan pemahaman kebijakan, serta memperkuat motivasi dan pengembangan diri ASN,” ujarnya.
Fatoni juga menekankan pentingnya lima aspek kecerdasan yang perlu dimiliki aparatur sipil negara, yakni kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan moral.
Ia menilai keseimbangan kemampuan tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, kolaboratif, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
BPSDM Kalbar berharap kegiatan pengembangan kapasitas ASN dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendorong lahirnya aparatur muda yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan birokrasi di masa mendatang. (Ara)

Tinggalkan Balasan