Caroline Tjen Rilis Buku Kedua “Filosofi Rumah Tanpa Atap”, Angkat Kisah Broken Home dan Sandwich Generation
PONTIANAK – Penulis Caroline Tjen kembali merilis karya terbarunya melalui buku kedua berjudul “Filosofi Rumah Tanpa Atap”. Buku ini memuat kisah nyata perjalanan hidupnya sebagai individu yang tumbuh dalam keluarga broken home sekaligus menghadapi tekanan sebagai sandwich generation. Caroline mengaku sangat antusias setelah buku tersebut resmi diterbitkan.
“Rasanya tentu senang sekali. Buku ini sangat personal karena banyak bercerita tentang perjalanan hidup saya,” ujarnya.
Menurut Caroline, respons pembaca terhadap buku terbarunya cukup positif. Banyak dari mereka yang merasa dekat dan memahami isi ceritanya karena mengalami situasi serupa.
“Orang-orang yang relate dengan kondisi broken home dan sandwich generation biasanya sangat penasaran dan tidak sabar membaca cerita ini,” katanya.
Caroline menjelaskan bahwa buku ini tidak hanya mengangkat tema keluarga, tetapi juga perjalanan merantau, perasaan kesepian, kerinduan akan rumah, hingga kegamangan menjalani hidup tanpa arah. Menariknya, buku ini menawarkan sebuah kejutan pada bagian akhir.
“Ada plot twist yang membuat pembaca memahami bahwa meskipun hidup tidak bisa diubah, selalu ada cara untuk membuatnya tetap bernilai dan bermakna,” tuturnya.
Caroline pun mengajak pembaca untuk menikmati keseluruhan kisahnya dalam buku “Filosofi Rumah Tanpa Atap”.
“Penasaran kan apa plot twist-nya? Jangan lupa order bukunya ya!” ujarnya.

Tinggalkan Balasan