BOGOR – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT RisetPerkebunan Nusantara (PT RPN) bersama PT AnugerahCokelat Indonesia resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan hilirisasikomoditas kakao dan turunannya.

Penandatanganan yang berlangsung pada Senin (11/8) inimenjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistemindustri kakao nasional sekaligus meningkatkan dayasaing produk cokelat Indonesia di pasar global.

Hadir dalam agenda tersebut, Direktur PT RPN Iman YaniHarahap; SEVP Operation I, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II, Misnawi; beserta jajaran. Turut hadir KepalaPusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), Dini Astika Sari.

Dari pihak PT Anugerah Cokelat Indonesia, hadir Chief Executive Officer Irene Surosoputra dan Co-Founder Nugroho Surosoputra.

Kepala PPKKI Dini Astika Sari menekankan pentingnyamendorong produk cokelat Indonesia lebih dekat kekonsumen domestik, yang hingga kini masih didominasiproduk impor.

Kolaborasi ini sangat strategis karenasesuai dengan keinginan pemerintah untukmengembangkan hilirisasi komoditas kakao. Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan sukses dan lancar, sehingga kita bisa saling mengisi dengan memanfaatkanfasilitas pabrik yang tersedia,” ujar Dini.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur PT RPN Iman YaniHarahap menegaskan keterbukaan perusahaan dalammenjalin kerja sama strategis untuk memajukan industriperkebunan, khususnya kakao.

“Kita semua sepakatbahwa kakao Indonesia termasuk yang terbaik di dunia dari sisi bahan baku dan berpotensi besar. Namun, tantangan di hilir seperti segmentasi pasar perlumendapat perhatian serius. Kunci utamanya adalahhilirisasi yang berkembang dengan baik sehinggaekosistemnya dapat optimal,” tegas Iman.

Sementara itu, Co-Founder PT Anugerah CokelatIndonesia Nugroho Surosoputra mengungkapkan visibesar perusahaannya untuk mengangkat citra kakaoIndonesia di kancah internasional.

“Kami memiliki mimpibesar untuk menghadirkan cokelat berkualitas tinggi daribahan baku kakao Indonesia. Kami tidak mungkin berjalansendiri dengan skala yang masih terbatas, sehingga kerjasama ini menjadi momentum penting untuk mewujudkanvisi tersebut,” ungkap Nugroho.

Melalui penandatanganan MoU ini, kedua perusahaansepakat menjalin sinergi dalam bidang penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta peningkatankualitas produk cokelat Indonesia agar mampu memenuhistandar pasar domestik maupun internasional.