PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memaparkan progres positif dalam pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Dalam acara Ceramah Hukum bertema “Penguatan ASN dalam Pengadaan Barang & Jasa” di Aula Garuda Kantor Gubernur, Rabu (6/8/2025), Ria menyebut kinerja PBJ Kalbar terus menunjukkan peningkatan.

Menurutnya, skor kinerja PBJ Kalbar saat ini berada di angka 82,5, yang menandakan kualitas pengadaan yang efektif dan masuk dalam kategori baik.

“Capaian ini sesuai target LKPP dan mencerminkan pengelolaan yang transparan serta akuntabel,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tingkat pematangan pengadaan Kalbar telah mencapai level 9 individu, yang menjadi standar tinggi dalam praktik PBJ. Di sisi lain, pemenuhan formasi Jabatan Fungsional (Jafung) PBJ telah mencapai 78 persen dari 47 formasi yang direkomendasikan, dengan 37 jabatan telah terisi.“Masih ada tujuh posisi di jafung pertama yang belum terisi. Namun untuk jafung muda sudah penuh, sementara kategori madya baru diisi satu dari empat formasi,” jelasnya.

Ria menambahkan bahwa tahun ini terdapat tambahan dua ASN yang dilantik sebagai pejabat fungsional pengadaan, sementara sejumlah lainnya telah mengikuti proses seleksi. Ia berharap seluruh posisi dapat terisi tahun depan.

“Upaya ini mencerminkan keseriusan kami dalam membangun sistem pengadaan yang tidak hanya prosedural, tapi juga memperkuat kapasitas dan profesionalitas ASN,” tutupnya.