PEKANBARU – Komisi II DPRD Provinsi Riau memberikan apresiasi kepada Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III atas komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui sejumlah program strategis berbasis komunitas. Pujian ini disampaikan saat kunjungan kerja Komisi II ke kantor PTPN IV Regional III di Pekanbaru.

Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, mengungkapkan dukungannya terhadap berbagai langkah PTPN IV, termasuk program Tanam Padi Perkebunan Nusantara (TAMPAN) serta penguatan kelompok tani jagung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami melihat program yang dijalankan sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan daerah,” kata Adam.

TAMPAN sendiri merupakan strategi pemanfaatan lahan sawit muda atau Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dengan pola tumpangsari padi gogo bersama petani mitra. Saat ini, lima koperasi unit desa telah tergabung dalam program ini dengan potensi lahan mencapai 262,91 hektare.

Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi petani dan dukungan pemangku kepentingan.“Antusiasme petani menjadi kunci utama. Kami bersyukur program ini mendapat sambutan positif, termasuk dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

Selain TAMPAN, PTPN IV juga mengembangkan budidaya jagung bersama kelompok tani di Kabupaten Siak serta menjalin kerja sama dengan Polri di Kabupaten Indragiri Hulu. Transformasi yang dilakukan sejak 2019 di bawah arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, telah memperluas kemitraan petani hingga 56.000 hektare dengan realisasi peremajaan sawit rakyat (PSR) lebih dari 10.000 hektare.

“Kami menyediakan bibit unggul bersertifikat, tahun ini sebanyak 800.000 bibit telah disiapkan dan lebih dari setengahnya sudah dimanfaatkan oleh petani,” tambah Gusmar.

PTPN IV Regional III juga telah melampaui kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sebesar 20 persen, dengan total kemitraan mencapai lebih dari 60 persen dari HGU seluas 76.000 hektare. Di sisi lain, penguatan kelembagaan petani terus ditingkatkan, salah satunya melalui persiapan sertifikasi RSPO oleh ratusan petani anggota KUD Makarti Jaya, guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produksi sawit rakyat.