BPK RI Apresiasi Transformasi Kopi Ijen: PalmCo Dorong Java Coffee Tembus Pasar Global
BONDOWOSO – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengapresiasi pengelolaan kebun kopi arabika Java Coffee Estate (JCE) di Bondowoso yang berada di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero). Pujian disampaikan langsung oleh Pimpinan VII BPK RI, Dr. Slamet Edy Purnomo, dalam kunjungan kerjanya akhir pekan lalu.
Menurut Dr. Slamet, revitalisasi dan transformasi yang dilakukan PalmCo, bekerja sama dengan PTPN I, berhasil mengembalikan kejayaan kopi legendaris asal Jawa Timur tersebut. Ia menilai, baik dari sisi kualitas maupun produktivitas, pengelolaan Java Coffee menunjukkan kemajuan signifikan.
Saat ini, produksi kebun JCE diproyeksikan mencapai 540 kilogram per hektare per tahun dan diharapkan meningkat ke angka satu hingga dua ton per hektare di masa mendatang.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang dijalin antara perusahaan dan petani. Bagi BPK, pendekatan inklusif semacam ini menjadi model positif untuk sektor perkebunan lainnya.
“PTPN mampu merangkul petani kopi dan mendorong kesejahteraan mereka. Kami harap pola ini bisa diterapkan di wilayah lain,” ujar Slamet.
Dr. Slamet juga menyatakan bahwa kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional. Ia optimistis Java Coffee bisa menjadi salah satu unggulan ekspor Indonesia, terlebih dengan tingginya minat buyer dan investor asing yang ia temui secara langsung di lokasi.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan terima kasih atas apresiasi BPK. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi PalmCo untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas pasar Java Coffee, baik dari hasil produksi perusahaan maupun petani binaan.
“Kami ingin petani juga tumbuh bersama. Selain meningkatkan produktivitas, kami mendampingi mereka untuk bisa membangun merek sendiri yang berdaya saing global,” ujarnya.
PalmCo sendiri merupakan bagian dari ekosistem Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara yang berfokus pada penguatan petani, kemitraan, serta promosi kopi Indonesia ke pasar dunia.

Tinggalkan Balasan