Warga Ijen Kecam Aksi Anarkis yang Timbulkan Kerusuhan di Kaligedang
BONDOWOSO – Sejumlah warga di kawasan pengembangan kopi arabika Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tindakan sekelompok individu yang dianggap meresahkan di Desa Kaligedang. Aksi tersebut tidak hanya menyebabkan kekacauan, tetapi juga merusak fasilitas negara yang berada di area tersebut.
Warga menyayangkan insiden tersebut yang dinilai mencoreng nama baik komunitas petani di wilayah itu. Masyarakat menyebut bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum tertentu telah melewati batas dan patut dikategorikan sebagai bentuk premanisme yang bertentangan dengan hukum.
“Kami sebagai warga Ijen sangat menyesalkan kejadian di Kaligedang. Tindakan anarkis seperti itu sama sekali tidak mencerminkan karakter masyarakat di sini. Apalagi sampai merusak aset negara dan menjadi konsumsi publik di media sosial. Jujur kami merasa malu,” ungkap Misyana, warga setempat, Selasa (21/5).
Misyana, yang telah bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) selama bertahun-tahun, mengaku kehidupan keluarganya meningkat berkat kerja sama dengan perusahaan negara tersebut. Menurutnya, keberadaan PTPN telah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, mulai dari pendapatan, pendidikan anak-anak, hingga berbagai pelatihan dan pendampingan bagi petani.
“Sejak kami bermitra, alhamdulillah kehidupan lebih stabil. Kami mendapat peluang untuk berkembang, dan PTPN juga mendukung upaya-upaya penguatan ketahanan pangan, sebagaimana visi Pak Prabowo,” tambahnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Rafada, anggota kelompok tani binaan PTPN, yang berharap situasi serupa tidak kembali terjadi. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan keharmonisan dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat dan kemandirian pangan nasional.
“Kami akan terus mendukung program pemerintah dan PTPN melalui budidaya tanaman pangan. Kami percaya, stabilitas adalah pondasi utama pembangunan desa,” ujar Rafada.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan ribuan petani dalam skema kemitraan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa kemitraan ini dijalankan dengan semangat tumbuh bersama rakyat.
“Ada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat melalui program-program kami. Ini bentuk komitmen PTPN untuk hadir sebagai mitra yang memberdayakan,” jelas Irwan.
Pengembangan komoditas kopi arabika di kawasan Ijen semakin menggeliat sejak Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) menginisiasi kerja sama operasional (KSO) antara dua subholding, yakni PTPN IV PalmCo dan PTPN I SupportingCo, di area Java Coffee Estate.
Langkah strategis ini tidak hanya meningkatkan produktivitas kebun kopi arabika tertua ketiga di dunia itu, tetapi juga memperkuat penetrasi produk kopi nasional ke pasar global. Meski demikian, PTPN tetap menempatkan kontribusi sosial kepada masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas usahanya.

Tinggalkan Balasan