BPSDM Kalbar Gelar PKN Tingkat II Perdana, Kuota 2027 Dibuka 70 Peserta
PONTIANAK – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat untuk pertama kalinya menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Momentum tersebut sekaligus dirangkai dengan peluncuran Kalbar Corporate University sebagai upaya memperkuat pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan pelaksanaan PKN Tingkat II menjadi catatan penting bagi pengembangan sumber daya manusia aparatur di Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut juga dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi ASN dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik.
“Ini mengukir sejarah baru, karena pertama kali melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Momentum Hari Kemerdekaan ini menjadi penyemangat dalam pengembangan kompetensi,” ujar Windy, Selasa (18/8/2026).
Menurut Windy, PKN Tingkat II memiliki cakupan peserta secara nasional. Artinya, pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ASN di Kalimantan Barat, tetapi juga terbuka bagi ASN dari pemerintah provinsi lain maupun kementerian dan lembaga.
“Bukan hanya pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Barat, karena ini nasional. Siapapun dari provinsi lain bisa ikut bergabung untuk melaksanakan pelatihan di sini,” jelasnya.
Selain PKN Tingkat II, BPSDM Kalbar juga meluncurkan Kalbar Corporate University. Konsep tersebut dikembangkan untuk membangun budaya belajar dalam organisasi secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Windy menjelaskan, pengembangan kompetensi ASN tidak harus selalu dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan formal. Proses pembelajaran dapat berlangsung melalui pengalaman kerja, pembelajaran daring, diskusi, hingga berbagai metode pembelajaran lainnya.
“Pembelajaran tersebut sangat luas sekali. Dari pengalaman, kemudian pembelajaran secara daring, dari diskusi-diskusi. Dan inilah nanti yang akan terintegrasi,” katanya.
Ia menegaskan penerapan Corporate University membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah. BPSDM tidak dapat berjalan sendiri karena kebutuhan pengembangan kompetensi harus disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan masing-masing organisasi.
“Bukan hanya BPSDM, tetapi perangkat daerah juga harus aktif. Karena ini menjawab kebutuhan organisasi yang nantinya harus berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pengembangan kompetensi yang terintegrasi tersebut, Windy berharap ASN Kalimantan Barat semakin inovatif dan adaptif. Peningkatan kapasitas aparatur diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga menghasilkan kinerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan PKN Tingkat II di BPSDM Kalbar telah dimulai dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Sistem pembelajaran memadukan metode klasikal dan nonklasikal.
Pada tahap awal, peserta mengikuti pembelajaran secara klasikal atau tatap muka selama tiga hari. Selanjutnya, proses pembelajaran dilanjutkan melalui Zoom, pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran mandiri.
Peserta kemudian akan kembali mengikuti tahapan pembelajaran klasikal di BPSDM Provinsi Kalbar sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan pada Desember 2026.
Untuk penyelenggaraan perdana pada 2026, BPSDM Kalbar menetapkan kuota minimal 35 peserta. Jumlah tersebut disesuaikan dengan status PKN Tingkat II yang baru pertama kali diselenggarakan di Kalimantan Barat.
Namun, tingginya minat dari calon peserta membuat BPSDM Kalbar berencana meningkatkan kapasitas pada tahun berikutnya.
“Untuk tahun ini kita mengambil kuota minimal 35 orang. Karena pertama, jadi kuota kami minimal 35 orang. Tapi tahun 2027, atas izin dari Pak Gubernur, kami membuka 70 kuota,” tutur Windy.
Menurutnya, kuota 35 peserta pada penyelenggaraan perdana belum dapat mengakomodasi seluruh peminat. Sejumlah kementerian, lembaga dan pemerintah provinsi lain juga menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti PKN Tingkat II yang diselenggarakan di Kalimantan Barat.
“Dari pusat, kementerian lembaga serta provinsi lain juga banyak yang ingin mengikuti. Insyaallah di tahun 2027 ke depan benar-benar terbuka secara nasional pesertanya,” pungkasnya.
Pelaksanaan PKN Tingkat II dan Kalbar Corporate University diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sistem pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Barat sekaligus membuka ruang pembelajaran lintas daerah dan instansi secara lebih luas. (Ara)

Tinggalkan Balasan