KEMBAYANPTPN IV Regional V Kebun Kembayanmenggelar ritual adat Ngudas sebagai bentuk penghormatanterhadap kearifan lokal masyarakat adat Dayak sebelummemulai program penanaman ulang (replanting) kelapa sawitdi Afdeling VII Kebun Kembayan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Manager Kebun Kembayan Didi, Camat Kecamatan Kembayan Sandoro Atmojo, S.Sos., Kapolsek Kecamatan Kembayan IPTU Hudson Siahaan, S.H., Danramil Kecamatan Kembayan Lettu Inf. Hendrikus, jajaranPengurus Adat Kecamatan Kembayan, Kepala Desa Tanap Antonius Toni, Kepala Desa Mobui Dominikus, TokohMasyarakat, Rohaniawan, Asisten Kepala Kebun KembayanRomy Winandar, serta para Asisten Afdeling I hinggaAfdeling VII.

Ritual adat Ngudas merupakan tradisi masyarakat adat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan doa agar seluruh tahapan penanamanulang kelapa sawit dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan hasil yang optimal. Bagi PTPN IV Regional V, pelaksanaan ritual ini menjadi bagian dari komitmenperusahaan dalam menghormati nilai-nilai budaya lokalsekaligus memperkuat hubungan yang harmonis denganmasyarakat di sekitar wilayah operasional.

Asisten Kepala Kebun Kembayan, Romy Winandar, mengatakan bahwa pelaksanaan ritual adat Ngudas telahmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tahapanpembukaan areal maupun penanaman ulang di Kebun Kembayan.

“Ritual adat Ngudas merupakan bagian dari kearifan lokalmasyarakat adat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun dan selalu kami laksanakan sebelum memulaikegiatan pembukaan lahan maupun penanaman ulang kelapasawit. Bagi kami, prosesi ini bukan hanya bentukpenghormatan terhadap adat dan budaya setempat, tetapijuga ikhtiar untuk memohon keselamatan, kelancaran, sertakeberkahan agar seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalandengan baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin terusmemperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen PTPN IV Regional V dalam menjalankan usaha perkebunan yang berkelanjutandan selaras dengan kearifan lokal,” ujar Romy.

Ritual adat yang dipimpin oleh pemuka adat Lakin berlangsung dengan khidmat dan dilanjutkan denganpenumbangan perdana pohon kelapa sawit menggunakan alatberat sebagai penanda dimulainya program penanaman ulangdi Afdeling VII. Prosesi tersebut disaksikan oleh unsurpemerintah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, sertajajaran manajemen perusahaan sebagai simbol sinergi dalammendukung pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Camat Kembayan, Sandoro Atmojo, S.Sos., mengapresiasi komitmen PTPN IV Regional V Kebun Kembayan yang tetap menjunjung tinggi adat istiadatmasyarakat setempat dalam setiap tahapan kegiatanoperasional perusahaan.

“Kami berharap pelaksanaan penanaman ulang ini berjalandengan lancar dan memberikan manfaat yang luas, tidakhanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitarmelalui peningkatan produktivitas, terbukanya kesempatankerja, tumbuhnya perekonomian daerah, serta semakin eratnyasinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalammendukung pembangunan yang berkelanjutan,” kata Sandoro.

Sementara itu, Manager Kebun Kembayan, Didi, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 PTPN IV Regional V Kebun Kembayan melaksanakan program Replanting pada areal seluas 137,74 hektare di Afdeling VII. Program tersebutmerupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjagakesinambungan siklus tanaman, meningkatkan produktivitaskebun, serta mendukung keberlanjutan usaha perusahaan.

Didi menambahkan, keberhasilan program penanaman ulangmemerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, baikpemerintah, tokoh adat, tokoh agama, maupun masyarakat, sehingga setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana denganaman, tertib, dan sesuai rencana.

Melalui dukungan semua pihak, kami optimistis pelaksanaanpenanaman ulang ini dapat berjalan dengan aman dan lancarserta memberikan manfaat bagi perusahaan maupunmasyarakat. Sinergi yang telah terjalin selama ini menjadimodal penting dalam mewujudkan pengelolaan perkebunanyang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambahbagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Didi.

Pelaksanaan ritual adat Ngudas menjadi wujud nyatakomitmen PTPN IV Regional V dalam mengintegrasikanaspek sosial, budaya, dan lingkungan ke dalam kegiatanoperasional perusahaan. Sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan, perusahaan terus membangunkolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, dan pemangkukepentingan lainnya guna menciptakan pengelolaanperkebunan kelapa sawit yang produktif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah sertakesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.