Bank Kalbar Dukung Gerakan Pangan Murah di Kayong Utara, Perkuat Akses Keuangan Masyarakat
KAYONG UTARA – Bank Kalbar berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Pasar Daerah Sukadana pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gema Membangun Desa (GMD) Ke-3 Tahun 2026 yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Kalbar menghadirkan berbagai produk dan layanan perbankan guna memperluas akses keuangan masyarakat. Kehadiran Bank Kalbar menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan daerah yang mengedepankan penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan inklusi keuangan.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan partisipasi Bank Kalbar pada Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang berkelanjutan.
“Kehadiran Bank Kalbar dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kalimantan Barat. Sebagai Bank Pembangunan Daerah, kami terus menghadirkan produk dan layanan perbankan yang mudah diakses masyarakat sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan di daerah,” ujar Rokidi.
Menurutnya, Bank Kalbar tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari pembangunan Kalimantan Barat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Gema Membangun Desa Ke-3 Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung pada 1–9 Agustus 2026 dan dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Selain mendukung pelaksanaan GPM, Bank Kalbar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di Kabupaten Kayong Utara.
Rokidi menegaskan Bank Kalbar akan terus memperkuat perannya sebagai Bank Pembangunan Daerah dengan menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Bank Kalbar senantiasa berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan produk dan layanan perbankan yang inovatif, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami terus memperluas akses layanan keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan desa menjadi salah satu fokus penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bagi Bank Kalbar, membangun desa berarti membangun masa depan Kalimantan Barat. Karena itu, kami hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang siap menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat UMKM, serta menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup Rokidi.
Melalui partisipasi pada Gema Membangun Desa 2026, Bank Kalbar berharap kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dan masyarakat terus diperkuat sehingga mampu mempercepat pembangunan desa, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta mewujudkan Kalimantan Barat yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan