KAYONG UTARA – Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kampanye Wajib Belajar 13 Tahun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Lokakarya Kolaborasi dan Komitmen Bersama Penguatan Partisipasi Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran PAUD Menuju Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Gedung Serbaguna Kecamatan Teluk Batang, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Lokakarya dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Kayong Utara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kayong Utara, organisasi mitra PAUD, tenaga pendidik, serta puluhan orang tua peserta didik PAUD dari berbagai wilayah di Kecamatan Teluk Batang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi, S.Sos., M.Si., mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi masa depan.

Menurutnya, sebagian besar perkembangan otak anak berlangsung pada usia dini sehingga seluruh pihak perlu memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas sebelum memasuki pendidikan dasar.

“Sekitar 80 persen perkembangan anak berlangsung pada usia dini. Karena itu, investasi terbaik yang bisa diberikan adalah memastikan anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kayong Utara, Syaiful Hartadin, S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Wajib Belajar 13 Tahun. Ia mengajak seluruh orang tua untuk tidak ragu memberikan kesempatan kepada anak mengikuti pendidikan di PAUD sebagai bekal memasuki jenjang sekolah dasar.

Senada dengan itu, Bunda PAUD Kabupaten Kayong Utara, Ny. Tengku Mardiana Romi Wijaya, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Menurutnya, PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, hingga keterampilan sosial anak sejak usia dini.

“PAUD merupakan tempat anak belajar menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, mampu bersosialisasi, serta siap mengikuti proses pembelajaran di jenjang berikutnya,” katanya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para orang tua. Melalui forum tersebut, peserta dapat berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah.

Program KREASI menilai keberhasilan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan kolaborasi aktif antara keluarga, pemerintah daerah, pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kampanye ini, KREASI bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi membangun generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.