KAYONG UTARA – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Program KREASI memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar Workshop Persiapan Pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) di Kecamatan Sukadana, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Program KREASI Kabupaten Kayong Utara dan diimplementasikan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu dibuka langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, serta dihadiri unsur perangkat daerah, Kantor Kementerian Agama, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang mewajibkan pemerintah daerah membentuk Pokja BSAN paling lambat enam bulan setelah peraturan diundangkan. Kelompok kerja tersebut nantinya menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Romi Wijaya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Program KREASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kayong Utara.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai mitra menjadi solusi penting di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah.

“Program KREASI telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan literasi, numerasi, peningkatan kapasitas guru, hingga mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik,” ujar Romi.

Sementara itu, Project Manager Program KREASI Kabupaten Kayong Utara, Rezky Farnanda, mengatakan pembentukan Pokja BSAN menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Menurutnya, keberadaan Pokja BSAN tidak hanya untuk memenuhi amanat regulasi, tetapi juga menjadi wadah koordinasi dalam menyelaraskan kebijakan, program, serta sumber daya berbagai pihak guna mencegah dan menangani kekerasan di satuan pendidikan.

“Harapannya, setiap anak dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.

Melalui workshop tersebut, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Program KREASI menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembentukan Pokja BSAN sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah. (DB)