BENGKAYANG – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang di Kabupaten Bengkayang dipercepat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan sejumlah wilayah sekitarnya yang belakangan mengalami gangguan listrik.

Permintaan itu disampaikan Ria Norsan saat meninjau langsung proses pemeliharaan PLTU Bengkayang Unit 3 di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Ria Norsan melihat perkembangan pekerjaan serious inspection yang tengah dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional pembangkit. Ia meminta manajemen PLN Indonesia Power mengoptimalkan pekerjaan agar pembangkit dapat kembali beroperasi lebih cepat dari jadwal semula.

Berdasarkan laporan harian, progres pemeliharaan PLTU Bengkayang Unit 3 telah mencapai 35,46 persen. Capaian tersebut berada di atas target rencana sebesar 34,49 persen.

Meski demikian, Ria Norsan berharap percepatan terus dilakukan. Pemeliharaan yang semula dijadwalkan berlangsung selama 54 hari dan ditargetkan selesai pada 5 Desember 2026, diharapkan dapat dirampungkan pada pertengahan November.

“Target awalnya 54 hari atau sekitar 5 Desember. Mudah-mudahan bisa dipercepat menjadi sekitar 25 hari. Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pada pertengahan November sudah bisa selesai,” ujar Ria Norsan.

Menurutnya, percepatan pemeliharaan PLTU Bengkayang menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki kondisi pasokan listrik di Kalimantan Barat. Keandalan pembangkit sangat dibutuhkan agar aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi tidak terus terganggu akibat pemadaman bergilir.

Terlebih, kebutuhan listrik diperkirakan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Karena itu, kesiapan pembangkit harus menjadi perhatian agar sistem kelistrikan di Kalimantan Barat dapat beroperasi secara optimal.

Ria Norsan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bersabar menghadapi gangguan pasokan listrik selama proses pemeliharaan berlangsung.

Ia berharap pihak terkait terus menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan pekerjaan maupun kondisi kelistrikan, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian mengenai upaya pemulihan pasokan listrik.

“Kita ingin memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan saat ini. Harapannya, pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga keandalan pasokan listrik semakin baik,” katanya.

Sementara itu, manajemen PLN Indonesia Power menyatakan akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan PLTU Bengkayang Unit 3.

Sejumlah pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi pembersihan komponen Main Stop Valve (MSV) dan lower casing, perbaikan sistem udara pembangkit, serta pengujian kelistrikan pada turbin dan generator.

Seluruh pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan komponen pembangkit berada dalam kondisi optimal sebelum kembali dioperasikan.

PLTU Bengkayang memiliki daya mampu netto sebesar 80 megawatt (MW). Pembangkit ini menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa di Kalimantan Barat.

Kapasitas tersebut berkontribusi sekitar 12 persen terhadap beban puncak sistem kelistrikan yang mencapai sekitar 650 MW.

Dengan kapasitas dan peran strategis tersebut, percepatan pemeliharaan PLTU Bengkayang diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap penyelesaian pekerjaan dapat terealisasi sesuai target percepatan, sehingga masyarakat dapat segera merasakan perbaikan layanan listrik, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.