PEKANBARU – PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), melalui Regional III Riau menanam ribuan pohon dan menebar 10.000 bibit ikan ke sungai sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan keanekaragaman hayati di kawasan operasional perusahaan.

Selain penanaman pohon dan penebaran bibit ikan, PTPN IV Regional III juga melepasliarkan ratusan unggas ke kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi atau high conservation value (HCV) di wilayah operasional kebun dan pabrik kelapa sawit Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang digulirkan PTPN IV PalmCo secara serentak di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.

Gerakan itu sendiri diluncurkan dari PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, pada Agustus 2026 lalu bersama Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. Inisiatif itu sekaligus menjadi dukungan terhadap program pemerintah menanam 2 miliar pohon dalam rangka memperkuat pemulihan dan pelestarian lingkungan.

Di Riau, gerakan penghijauan tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang mencakup ekosistem darat dan perairan. Penanaman pohon diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, sedangkan penebaran ikan dan pelepasliaran satwa unggas endemik yang ditujukan untuk mendukung keberlangsungan ekosistem di kawasan konservasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan gerakan penanaman 1,5 juta pohon ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun ke depan. “Yang kami lakukan sekarang adalah menyatukan berbagai upaya tersebut dalam satu gerakan yang lebih besar. Hari ini kita mulai dengan 1,5 juta pohon. Besok dan tahun-tahun berikutnya, kita rawat dan kita lanjutkan,” kata Jatmiko.

Ia mengatakan kegiatan penghijauan dan revegetasi telah dilakukan PTPN IV PalmCo sebelum gerakan 1,5 juta pohon diluncurkan.

Sejak dibentuk pada Desember 2023, kata dia, PTPN IV PalmCo telah menanam sekitar 211 ribu pohon dengan cakupan areal mencapai 2.116 hektare.

Jatmiko mengatakan keberadaan perkebunan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan di sekitarnya karena sungai, hutan, tanah, masyarakat dan keanekaragaman hayati merupakan bagian dari ekosistem yang saling berkaitan. “Menjaga lingkungan bukan pekerjaan tambahan. Ini bagian dari cara kami menjalankan usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi gerakan yang dilakukan PTPN IV PalmCo, terutama penanaman yang diarahkan pada kawasan bernilai konservasi tinggi, termasuk kawasan sempadan dan riparian sungai.

Menurut Jumhur, upaya tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. “Program yang diusung PTPN IV ini sebenarnya tidak menghentikan kegiatan ekonomi, namun justru growth through environmental,” katanya.

Jatmiko menambahkan gerakan penanaman pohon tidak akan berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan perawatan sehingga manfaat ekologisnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan karena upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial.

Gerakan penanaman pohon, penebaran bibit ikan dan pelepasliaran unggas endemik di Riau menjadi bagian dari upaya PTPN IV PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), memperkuat praktik pengelolaan perkebunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan di seluruh wilayah operasional perusahaan.