PONTIANAK – Kabut asap tebal mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026). Jarak pandang di sekitar bandara dilaporkan turun hingga berada di bawah batas minimum operasional penerbangan.

General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan jarak pandang atau visibility di kawasan bandara berada pada kisaran 300 hingga 500 meter sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.

“Visibility 300–500 meter mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB,” ujar Maya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional penerbangan. Berdasarkan data operasional bandara, sebanyak 30 penerbangan dibatalkan, terdiri atas 16 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan.

Sejumlah rute yang terdampak di antaranya penerbangan dari dan menuju Jakarta, Ketapang, Semarang, Surabaya, hingga Kuala Lumpur.

Selain pembatalan penerbangan, rendahnya jarak pandang juga menyebabkan dua pesawat harus kembali ke bandara asal atau return to base/return to origin. Keputusan tersebut diambil karena kondisi di Bandara Supadio belum memungkinkan pesawat melanjutkan penerbangan dan melakukan pendaratan dengan aman.

Gangguan penerbangan ini terjadi di tengah memburuknya kondisi udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kabut asap diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah.

Pihak Bandara Internasional Supadio mengimbau calon penumpang untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing. Penumpang juga diminta memperhatikan informasi terbaru karena kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

Pihak bandara menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan. Keberangkatan maupun kedatangan pesawat akan disesuaikan dengan kondisi aktual, khususnya jarak pandang dan faktor cuaca di sekitar bandara. (Ara)