PONTIANAK – Dalam rangka memperkuat kerja sama lintas negara serta menyemarakkan Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Malaysia Pontianak, Kamis (6/11/2025).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian dan Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian. Rombongan disambut hangat oleh Konsul Muda Konsulat Malaysia Pontianak, Puan Noramira binti Nordin.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang pelayanan publik dan edukasi keimigrasian.

“Kegiatan ini bukan hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat melalui edukasi dan pelayanan keimigrasian yang mudah diakses,” ujar Sam Fernando.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Imigrasi Pontianak secara resmi mengundang Konsulat Malaysia untuk menjadi narasumber talkshow bertema “Travelling Aman Indonesia–Malaysia”, yang akan digelar di Megamall Ayani Pontianak pada Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025.

Talkshow tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Karnaval Keimigrasian 2025, sebuah agenda publik yang digagas oleh Imigrasi Pontianak untuk menghadirkan edukasi, pelayanan, dan hiburan bagi masyarakat.

Sebagai bentuk kolaborasi lintas lembaga, Konsulat Malaysia Pontianak juga akan membuka booth layanan informasi selama pelaksanaan Karnaval Keimigrasian 2025. Booth ini akan menyediakan informasi terkait perjalanan lintas negara, izin tinggal, peluang kerja, serta studi di Malaysia.

Sementara itu, Imigrasi Pontianak akan menghadirkan layanan paspor online dengan kuota 100 pemohon per hari selama dua hari pelaksanaan acara (15-16 November 2025).
Masyarakat dapat mengajukan permohonan paspor baru atau penggantian langsung di lokasi, dengan melakukan pendaftaran online terlebih dahulu.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang cepat, dekat, dan transparan. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor imigrasi, cukup hadir di lokasi kegiatan dengan pendaftaran daring,” jelas Sam.

Selain membahas kolaborasi di ajang karnaval, turut dibicarakan pula rencana pameran kebudayaan Malaysia yang akan digelar di Universitas Tanjungpura pada 12–13 November 2025.
Kedua pihak berkoordinasi terkait pengaturan izin tinggal panitia pameran asal Malaysia, agar seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan keimigrasian yang berlaku.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat antara Imigrasi Pontianak dan Konsulat Malaysia dalam memperkuat hubungan bilateral, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik lintas negara.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antar lembaga dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi pelayanan keimigrasian maupun pemahaman tentang perjalanan internasional yang aman dan tertib,” pungkas Sam Fernando.