Save the Children Beri Penghargaan Mitra Strategis kepada Dikdasmen PNF Muhammadiyah
JAKARTA – Save the Children Indonesia memberikan penghargaan Mitra Strategis kepada Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas kontribusinya dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan pemenuhan hak anak.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Festival Pahlawan Anak “Act Now, Save” yang berlangsung di Main Atrium, Ground Floor, Gandaria City, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kemitraan yang dibangun Save the Children Indonesia bersama Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kolaborasi kedua lembaga tidak hanya dilakukan dalam bentuk kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui berbagai program yang memperkuat ekosistem pendidikan. Upaya tersebut melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kepentingan terbaik anak menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Salah satu program yang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut adalah Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) yang diinisiasi Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah.
Program KREASI diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan agar anak memiliki ruang yang lebih aman untuk belajar, tumbuh dan berkembang. Saat ini, program tersebut telah diimplementasikan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Pelaksanaan program di dua wilayah tersebut mencakup upaya mendorong lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, perlindungan serta kesejahteraan anak.
Direktur KREASI sekaligus National Project Manager, Dr. Gufron Amirullah, M.Pd., mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kemitraan yang terus dibangun untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak Indonesia.
Menurut Gufron, kolaborasi akan memberikan dampak lebih besar apabila seluruh pihak memiliki tujuan yang sama dan menjalankannya secara berkelanjutan.
“Kemitraan yang kuat bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan perubahan yang bermakna bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Gufron.
Ia menjelaskan, Program KREASI dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif untuk memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus memberikan dukungan yang lebih menyeluruh terhadap kebutuhan anak.
“Program KREASI hadir melalui kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, belajar, serta berkembang secara aman dan bermakna. Implementasinya saat ini dilaksanakan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat,” jelasnya.
Menurut Gufron, penghargaan dari Save the Children Indonesia juga menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Organisasi pendidikan, lembaga yang bergerak di bidang perlindungan anak, pemerintah, sekolah, keluarga hingga masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Festival Pahlawan Anak “Act Now, Save” menjadi momentum untuk mendorong tindakan nyata dalam memenuhi kebutuhan dan melindungi hak anak. Lingkungan pendidikan yang aman serta proses belajar yang mendukung dinilai menjadi fondasi penting bagi anak dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.
Bagi Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan Save the Children Indonesia, penghargaan tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat kesinambungan kolaborasi yang telah berjalan.
Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh satuan pendidikan, tetapi juga oleh anak, keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Penghargaan sebagai Mitra Strategis sekaligus menegaskan komitmen Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah untuk terus mengambil bagian dalam membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada anak.
Kolaborasi yang telah terjalin diharapkan menjadi pijakan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan