PEKANBARU – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat kemitraan strategis dengan petanisebagai bagian dari upaya membangun industri kelapa sawit nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut mendapat apresiasidari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menilai pola kemitraan antara PTPN IV PalmCo dan petani layak menjadi role model pengembangan perkebunan sawit nasional.

Ketua DPP Aspekpir Indonesia, Setiyono, mengatakan masa depan sawit rakyat Indonesia sangat ditentukan oleh penguatan kemitraan yang sehat dan salingmenguntungkan antara petani, perusahaan, dan pemerintah. Menurutnya, polakemitraan yang dijalankan PTPN IV PalmCo menunjukkan bagaimana hubunganantara perusahaan dan petani dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Produksi sawit petani meningkat karena kemitraan. Masa depan sawit rakyat Indonesia adalah kemitraan, dan bermitra dengan PTPN IV merupakan pilihan yang tepat,” kata Setiyono saat diskusi panel dalam rangkaian peluncuran bukuSetiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (1/7).

Kegiatan tersebut turut dihadiri mantan Wakil Menteri Pertanian yang kini menjabatsebagai Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia, Rusman Heriawan, DirekturHubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyuda, perwakilan DirektoratJenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Togu Rudianto Saragih, DirekturEksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono, serta ratusan pengurus organisasi petani sawit dari berbagai daerah.

Menurut Setiyono, melalui kemitraan, petani dapat menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan bibit unggul, pengelolaan lahan, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen sesuai standar.

Penerapan praktik budidaya yang baik tersebut dinilai menjadi faktor penting dalammeningkatkan produktivitas sekaligus menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi di pasar global.

Berdasarkan data Aspekpir Indonesia, program kemitraan melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) maupun Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) saat initersebar di 20 provinsi dengan luas kebun plasma mencapai lebih dari 813 ribuhektare dan melibatkan sekitar 406 ribu kepala keluarga pekebun.

Menurutnya, sebagian besar kebun sawit rakyat kini telah memasuki generasikedua sehingga membutuhkan program peremajaan untuk menjaga produktivitas. Aspekpir sendiri telah melaksanakan peremajaan sejak 2012 melalui program Revitalisasi Perkebunan dan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Ia menambahkan, salah satu keunggulan kemitraan dengan PTPN IV PalmCoadalah penerapan pola single management, yakni sistem pengelolaan terpadumulai dari peremajaan hingga pemanenan dengan standar operasionalperusahaan.

Sistem tersebut mencakup penerapan operational excellence, kesetaraanproduktivitas antara kebun inti dan plasma, pemberdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalampengelolaan kebun.

Setiyono menilai penerapan sistem tersebut mampu mendorong produktivitaskebun plasma hingga mendekati produktivitas kebun inti perusahaan sekaligusmemperkuat tata kelola kemitraan yang lebih profesional dan berkeadilan.

Ia juga menilai transformasi yang dilakukan PTPN IV PalmCo dalam beberapatahun terakhir telah membawa perubahan positif dalam hubungan kemitraan antaraperusahaan dan petani, terutama melalui penguatan komunikasi, tata kelola, sertapeningkatan fokus terhadap kesejahteraan petani plasma.

“Kalau B50 ingin berhasil, maka produktivitas petani harus naik. Dan cara paling efektif untuk mewujudkannya adalah melalui kemitraan yang sehat antara petanidan perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan polakemitraan telah mengubah kehidupan masyarakat dan menggerakkan rodaekonomi di berbagai sentra perkebunan sawit di Provinsi Riau.

Menurutnya, hubungan antara Aspekpir dan PTPN IV tidak sekadar kerja sama, tetapi juga telah membangun ikatan sosial yang kuat di tengah masyarakatperkebunan.

Kemitraan yang terbangun selama puluhan tahun tersebut dinilai telah berkontribusiterhadap peningkatan kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi pedesaan, serta mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah perkebunan.

Kemitraan yang dilangsungkan oleh Aspekpir telah banyak mengubah kehidupandan menggerakkan ekonomi di akar rumput. Saya sudah enam tahun di Riau, hampir seluruh acara saya ikuti. Dan kita sama-sama rasakan, setiap asosiasi ataukelompok biasanya punya nuansa berbeda. Di Aspekpir, suasananya sangat berbeda, penuh kekeluargaan, mungkin karena latar belakang berdirinya jadiberpengaruh terhadap substansi dan suasana kebatinan,” ujarnya.

Senada, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyuda, menilai bahwa di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit sebagai bahanbaku pangan dan energi, penguatan kemitraan antara perusahaan dan petanimenjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan minyaksawit nasional.

Peningkatan produktivitas kebun rakyat melalui pola kemitraan juga semakinmemperkuat ketersediaan bahan baku crude palm oil (CPO) untuk mendukungimplementasi program mandatori biodiesel B50 yang tengah dipersiapkanpemerintah.

Kebijakan B50, yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawitmenjadi 50 persen, diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan CPO domestiksecara signifikan. Karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanyabergantung pada peningkatan produksi perkebunan perusahaan, tetapi juga pada kemampuan jutaan petani sawit rakyat dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat peremajaan kebun secara berkelanjutan,” kata Arya.

Dengan luas perkebunan rakyat yang mencapai lebih dari 40 persen dari total areal sawit nasional, petani memegang peran strategis dalam menjaga keseimbanganpasokan bahan baku bagi industri pangan dan energi. Dalam konteks tersebut, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuatkemitraan yang saling menguntungkan dengan petani sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan produktivitas perkebunanrakyat, serta memastikan manfaat ekonomi industri sawit dapat dirasakan secaralebih luas oleh masyarakat. Program kemitraan tersebut sekaligus menjadi wujudkomitmen perusahaan dalam membangun ekosistem sawit nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.