JAKARTA – Subholding PTPN IV PalmCo di bawah Holding Perkebunan PTPN III (Persero) terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Indonesia. Selama dua tahun terakhir, perusahaan telah menyalurkan bantuan gizi kepada lebih dari 2.400 anak di berbagai provinsi sebagai bagian dari program sosial berkelanjutan.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas perusahaan dalam kerangka tanggung jawab sosial. Baginya, masalah stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan menyangkut kualitas dan masa depan sumber daya manusia Indonesia.

“Kami menganggap pencegahan stunting sebagai investasi sosial jangka panjang. Membangun generasi yang sehat dan cerdas adalah bagian dari misi besar kami untuk mendukung pembangunan bangsa,” ujarnya, Rabu (18/6).

Pada 2024, program intervensi gizi dari PalmCo berhasil menjangkau sekitar 1.100 anak di lima wilayah kerja, yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Tahun ini, cakupan program diperluas hingga ke tujuh regional dengan tambahan Aceh dan Lampung, menyasar 1.344 anak yang berisiko mengalami stunting.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan makanan bergizi seperti beras, susu, telur, kacang hijau, dan biskuit, diberikan secara berkala selama tiga hingga enam bulan. Seluruh proses distribusi didampingi oleh kader posyandu setempat agar tepat sasaran.

“Di lingkungan internal PalmCo, angka stunting berhasil ditekan hingga nol. Kini, kami ingin memperluas dampak positif ini ke masyarakat umum, termasuk di luar wilayah operasional perusahaan,” tambah Jatmiko.Upaya PalmCo mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kepala BKKBN, Wihaji, saat peluncuran Gerakan Atasi Stunting Indonesia (GATI) di Jakarta, menyebut PTPN sebagai contoh nyata keterlibatan sektor swasta dalam mendukung target nasional penurunan stunting.

“Program seperti GENTING dan kerja sama dengan posyandu serta pemda menunjukkan bahwa perusahaan seperti PalmCo memiliki komitmen kuat terhadap isu gizi anak,” ujar Wihaji di hadapan peserta talk show di Sarinah.

Pemerintah daerah pun turut mengapresiasi. Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menilai PTPN IV PalmCo sebagai mitra strategis dalam penanggulangan stunting. Ia berharap perusahaan lain bisa meniru langkah aktif PalmCo dalam membantu pemerintah daerah menangani masalah gizi.

“PalmCo telah memberikan contoh konkret bagaimana korporasi bisa berperan langsung dalam isu kesehatan masyarakat,” tegas Harisson.

Respons positif juga datang dari masyarakat. Salah satu kader posyandu di Kalimantan Barat, Hilaria, menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu, khususnya bagi keluarga kurang mampu yang belum memahami pentingnya asupan gizi seimbang.

“Kami tidak hanya mendapat bantuan bahan makanan, tapi juga pelatihan langsung dari perusahaan dan BKKBN. Ini sangat membantu kami dalam mendampingi masyarakat,” ujarnya.