KUBU RAYA — Menjelang pelaksanaan Kongres Ke-XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang akan digelar di Kota Bandung, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Kalimantan Barat menyuarakan penolakan terhadap dugaan intervensi dari sejumlah elit politik tertentu.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Politik DPD GMNI Kalbar, Syahrul Umam, menegaskan bahwa GMNI bukan alat politik dan tidak boleh dijadikan kendaraan oleh pihak manapun untuk mengejar kepentingan pribadi, termasuk jabatan di partai politik.

“Kami menolak keras intervensi dari elit partai maupun elit politik lainnya yang mencoba memanfaatkan GMNI demi agenda pribadi. GMNI harus tetap independen dan berpihak pada nilai-nilai perjuangan,” ujar Umam dalam keterangannya.

Ia juga mengajak seluruh kader GMNI di Kalimantan Barat untuk menjaga semangat persatuan dan ikut serta menyukseskan Kongres XXII dengan semangat yang positif.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan kongres di Bandung sebagai simbol semangat kebersamaan. Kami menolak segala bentuk gerakan yang didukung oleh cabang-cabang fiktif yang hanya bertujuan merusak jalannya kongres,” tegasnya.

Lebih lanjut, Umam menyinggung upaya-upaya destruktif yang dilakukan melalui media sosial oleh pihak-pihak yang diduga tidak memiliki legitimasi organisasi.

“Jangan biarkan suara GMNI tercemar oleh narasi-narasi yang digerakkan oleh buzzer bayaran. Saatnya kita kembali ke cita-cita pendiri GMNI: satu semangat, satu perjuangan,” pungkasnya.