PTPN Bersama TNI Perkuat Sinergi Pengembangan Kopi Arabika dan Ketahanan Pangan di Ijen
BONDOWOSO – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus mempererat kerja sama strategisnya dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0822 Bondowoso dalam upaya mendorong penguatan ketahanan pangan dan pengembangan kopi arabika di kawasan Ijen, Jawa Timur. Kemitraan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis dari Jakarta pada Selasa (20/5/2025), Direktur Manajemen Risiko PTPN III (Persero), M Arifin Firdaus, menyampaikan bahwa kawasan negara yang dikelola oleh PTPN I SupportingCo dan PTPN IV PalmCo telah berkembang menjadi sentra produksi kopi arabika berkualitas tinggi dan menjadi kebanggaan nasional.
Namun, menurutnya, keberadaan perusahaan bukan semata untuk produksi, melainkan juga bertujuan memperkuat peran sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Saat ini, terdapat lebih dari 3.600 kepala keluarga yang tinggal di enam desa sekitar areal Hak Guna Usaha (HGU) seluas 7.856 hektare milik PTPN.
“Kami percaya, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan TNI memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya tanaman pangan,” ujar Arifin.
Ia menambahkan bahwa PTPN telah mengembangkan model kemitraan bersama ribuan warga yang terbukti membawa dampak positif secara langsung terhadap ekonomi lokal.
“Fokus kami bukan hanya mengangkat kembali kejayaan kopi Indonesia di pasar global, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui kemitraan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan produksi kopi, PTPN juga aktif dalam membuka akses pasar dan memberikan pelatihan keterampilan kepada para petani mitra, guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian mereka.
“Langkah-langkah ini merupakan wujud nyata kontribusi PTPN dalam menggerakkan ekonomi desa dan mendukung program strategis pemerintah,” tegas Arifin.
Pengembangan kopi arabika di wilayah Ijen sendiri telah digencarkan sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari program kolektif “Bondowoso Republik Kopi”. Selain berorientasi pada produksi, program ini juga bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah risiko bencana alam di kawasan pegunungan.
Komitmen ini mendapat dukungan penuh dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso, termasuk dari Bupati, DPRD, Kejaksaan Negeri, Kodim 0822, Polres, serta Kantor Pertanahan. Mereka menyambut baik pengembangan kopi arabika oleh PTPN I Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Blawan dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung baru-baru ini.
Wilayah Ijen, yang dikenal dunia sejak 1922 melalui merek legendaris “Java Coffee”, menyimpan nilai sejarah dan ekonomi tinggi. Potensi inilah yang menjadikan kawasan tersebut sebagai aset strategis nasional yang layak untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan