Ria Norsan Salurkan Air Bersih dan 1.000 Paket Sembako Murah di Ketapang
KETAPANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menggelar pasar murah bagi masyarakat Kabupaten Ketapang. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan turun langsung dalam kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Ketapang, Selasa (22/9/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan penyaluran air bersih kepada warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kering berkepanjangan.
Setelah penyaluran air bersih, Ria Norsan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang membuka pasar murah yang dipusatkan di Lapangan Sepakat.
Sebanyak 1.000 paket sembako bersubsidi disiapkan untuk masyarakat. Setiap paket terdiri atas beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram.
Nilai normal satu paket mencapai sekitar Rp130 ribu. Namun, masyarakat cukup membayar Rp50 ribu setelah mendapatkan subsidi yang didukung melalui program CSR Bank Kalbar.
βIsi setiap paket sembako murah ini berupa beras premium 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram. Harga pasarnya sekitar Rp130 ribu, tetapi kita bantu melalui subsidi CSR Bank Kalbar, sehingga masyarakat cukup membayar Rp50 ribu,β ujar Ria Norsan.
Pasar murah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah dampak kemarau dan karhutla.
Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean warga yang datang untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi.
Usai kegiatan di Lapangan Sepakat, Ria Norsan melanjutkan kunjungan dengan meninjau sejumlah lokasi yang terdampak atau rawan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pelang, Kabupaten Ketapang.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi penanganan karhutla secara langsung sekaligus mengevaluasi kebutuhan di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan peralatan kepada relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Ria Norsan menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, penanganan karhutla perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih dan pangan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan akan terus memperkuat koordinasi di lapangan untuk merespons dampak kemarau, menangani karhutla, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian.

Tinggalkan Balasan