BOGOR – PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, salah satu entitas dari Haolding Perkebunan Nusantara resmi menerima Sertifikat Akreditasi sebagai Lembaga Pelatihan Nonpemerintah (LPNP) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.  Penyerahan sertifikat dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, di Kantor Direksi PT Riset Perkebunan Nusantara.

Pengakuan tersebut diberikan melalui Sertifikat yang diterbitkan berdasarkan keputusan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), sebagai bentuk pengakuan atas terpenuhinya persyaratan penyelenggaraan pelatihan sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Acara penyerahan sertifikat dihadiri oleh Senior Executive Vice President Riset, Inovasi & Sustainability PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Misnawi, beserta jajaran. Dari pihak BPPSDMP, hadir drh. Eka Herissuparman, M.Si., selaku Ketua Kelompok Substansi Sertifikasi Kompetensi dan Akreditasi, didampingi Debby Arthi Laviandhy, S.E., M.AP., selaku Ketua Tim Kerja Akreditasi.

PT Riset Perkebunan Nusantara berhasil memperoleh Akreditasi Kategori A, yaitu kategori akreditasi tertinggi bagi lembaga pelatihan non pemerintah. Akreditasi ini mencakup dua program pelatihan utama, yakni Program Pelatihan Tanaman Kopi dan Program Pelatihan Tanaman Kakao, dengan masa berlaku selama lima tahun.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi PT Riset Perkebunan Nusantara dalam memperkuat perannya sebagai lembaga riset sekaligus penyedia layanan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan. Dengan status akreditasi tersebut, PT RPN semakin memiliki landasan yang kuat untuk menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan industri, serta mendukung peningkatan kapasitas para pelaku usaha perkebunan.

Melalui akreditasi ini, PT Riset Perkebunan Nusantara optimistis dapat memperluas jangkauan layanan pelatihan kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, hingga institusi pemerintah dan swasta. Program pelatihan yang diselenggarakan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berdaya saing dalam mendukung kemajuan industri kopi dan kakao Indonesia.