Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
LAMPUNG SELATAN – PTPN I Regional 7, salah satu Entitas Holding Perkebunan Nusantara, PTPN III (Persero), berhasil mengoptimalkan aset pesisir di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menjadi destinasi wisata unggulan bertajukRio By The Beach. Kawasan yang sebelumnya merupakan lahan kebun dan dinikmati terbatas oleh pekerja sadap karet, kini bertransformasi menjadi salah satuprofit center perusahaan.
Pengembangan Rio By The Beach dilakukan melalui skema kemitraan strategisdengan investor yang mengelola kawasan tersebut secara profesional. Transformasiini tidak hanya menghasilkan pendapatan baru bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas. Seratusan tenaga kerja terserap secaralangsung, ratusan pelaku usaha turut bertransaksi dari kehadiran ribuan pengunjungsetiap hari, serta terbentuk simpul ekonomi baru di kawasan Pesisir Kalianda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi korporasi dalam optimalisasi asetmelalui konversi area potensial menjadi sumber pendapatan produktif yang memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa proyek inimerupakan bagian integral dari implementasi asset turnaround di lingkungan PTPN Group.
“Kehadiran Rio By The Beach adalah bukti konkret komitmen PTPN I dalammelakukan optimalisasi aset-aset idle. Kami tidak ingin aset strategis berhentisebagai potensi saja, tetapi harus dikonversi menjadi sumber pendapatan baru (new revenue stream) yang memberi manfaat bagi perusahaan sekaligus masyarakat,” kata Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Jumat (26/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemilihan konsep dan mitra dilakukan secara selektif guna menjamin standar layanan yang tinggi serta memastikan sinergi yang salingmenguntungkan. Melalui pengelolaan modern, perusahaan berkomitmen menjagaprofesionalisme sekaligus memastikan keberlanjutan aset negara.
Secara visual, kawasan wisata ini mengusung konsep tropis minimalis denganhamparan pasir putih, fasilitas premium seperti gazebo dan sunbed, serta instalasiseni berbahan alam termasuk patung kayu raksasa yang menjadi daya tarik utamawisatawan. Identitas ramah lingkungan diperkuat melalui penggunaan material bambu pada fasilitas pendukung seperti mushola dan area bilas, yang menghadirkan harmoni antara modernitas dan kearifan lokal.
Dari sisi aksesibilitas, lokasi Rio By The Beach tergolong strategis karena beradadekat pintu Tol Sidomulyo pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sertaberjarak sekitar 36 kilometer dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Dukungansistem pengamanan pantai dan area parkir yang luas semakin memperkuatposisinya sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun nasional.
Keberhasilan pengembangan kawasan ini menjadi pilot project bagi strategi pemanfaatan lahan PTPN I ke depan. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I berkomitmen untuk terus mengembangkan aset-aset potensiallainnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan sektorpariwisata nasional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secaraberkelanjutan.

Tinggalkan Balasan