PONTIANAK – Bank Kalbar didorong untuk memperluas strategi bisnis dengan memperkuat pembiayaan di sektor produktif guna menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, menilai Bank Kalbar memiliki peran penting sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tidak hanya dalam mendukung perekonomian daerah, tetapi juga meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, Bank Kalbar selama ini telah memiliki basis nasabah yang kuat, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Barat. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat bank daerah berhenti berinovasi dan mengembangkan sektor usaha lainnya.

“Urat nadi otonomi daerah salah satunya berkaitan dengan PAD, dan BUMD termasuk Bank Kalbar memiliki peran besar dalam mendukung hal tersebut,” ujar Heri.

Ia mengatakan, kekuatan Bank Kalbar pada segmen ASN merupakan modal yang baik, tetapi perlu diimbangi dengan ekspansi ke sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan lebih luas.

Menurutnya, persaingan dunia perbankan saat ini semakin ketat karena sejumlah bank nasional juga mulai memperkuat penetrasi pada segmen yang selama ini menjadi pasar utama bank daerah.

“Hampir seluruh transaksi pegawai negeri di Kalimantan Barat sudah menggunakan Bank Kalbar. Namun tantangannya ke depan adalah bagaimana bank ini terus berkembang dan mampu membantu sektor produktif, terutama UMKM,” katanya.

Heri menilai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perkebunan, perikanan, hingga sektor kelautan memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pembiayaan perbankan.

Ia berharap Bank Kalbar dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat dengan menghadirkan program kredit yang mudah diakses serta inovasi layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan Bank Kalbar untuk memperluas bisnis sekaligus membantu masyarakat berkembang,” jelasnya.

Meski demikian, Heri tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Kalbar yang selama ini terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, penguatan transformasi bisnis menjadi langkah penting agar Bank Kalbar mampu bertahan dan bersaing dalam jangka panjang.

“Upaya yang sudah dilakukan tentu harus diapresiasi. Namun ke depan perlu ada inovasi baru agar Bank Kalbar tidak hanya bertumpu pada satu segmen pasar, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kalimantan Barat,” pungkasnya.