Bupati Sujiwo Imbau Warga Kubu Raya Tak Menampung Air Hujan Hasil Rekayasa Cuaca
KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengimbau masyarakat tidak menampung air hujan yang turun setelah pelaksanaan rekayasa cuaca. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya material dari atmosfer yang terbawa bersama air hujan.
Menurut Sujiwo, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan air hujan hasil rekayasa cuaca untuk kebutuhan sehari-hari, terutama sebelum ada kepastian mengenai kualitas dan keamanannya.
“Karena hujan ini adalah hujan buatan, kami sarankan kepada masyarakat untuk tidak menampung air hujannya. Karena pasti ada kandungan kimia, dan juga kemungkinan ada debu-debunya,” ujar Sujiwo, Minggu (6/9/2026).
Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus melakukan langkah mitigasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Sujiwo memastikan ketersediaan air bersih dan air minum untuk masyarakat Kubu Raya masih mencukupi. Distribusi air kepada warga juga telah memasuki hari keempat.
Ia menjelaskan, pemerintah menyalurkan dua jenis air, yakni air minum dan air bersih. Untuk air yang didistribusikan melalui tandon, masyarakat diminta merebusnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
“Ada dua jenis, air minum dan air bersih. Kalau air minum memang peruntukannya untuk diminum, tetapi yang kita distribusikan melalui tandon harus direbus terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, air yang telah melalui proses pengolahan dan sterilisasi menggunakan mobil pengolahan air dapat dikonsumsi sesuai dengan standar pengolahan yang diterapkan.
Pemkab Kubu Raya menargetkan kapasitas distribusi air terus ditingkatkan hingga mencapai 200 ribu liter per hari. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau, karhutla, serta potensi gangguan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Dalam penanganan kondisi tersebut, Pemkab Kubu Raya menggandeng berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, satuan teritorial dan pertahanan, Bank Kalbar, Perumdam Tirta Raya, BPBD, hingga relawan pemerintah dan swasta.
Sujiwo juga mengajak masyarakat tetap tenang dan mengedepankan kesabaran di tengah situasi kemarau dan karhutla yang berpotensi meningkatkan tekanan di lapangan.
“Situasi seperti ini tensi kita pasti tinggi. Maka kita harus banyak bersabar, banyak bersyukur, supaya kita bisa menghadapi bersama-sama,” katanya.
Ia berharap berbagai langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah bersama seluruh unsur terkait dapat membantu masyarakat melewati kondisi tersebut.
Sujiwo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berikhtiar sekaligus berdoa agar kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun secara alami.
“Kalau memang Allah menghendaki hujan turun, maka gugurlah perkiraan-perkiraan kita. Karena ketika Allah berkehendak, akan terjadi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan