Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kualitas SDM melalui Program Penanganan Stunting PTPN IV Regional V
PONTIANAK – Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung agenda pembangunan nasional, PTPN IV Regional V menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)senilai Rp361 juta untuk mendukung percepatan penanganan stunting di Kalimantan. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan secara bertahap selama dua tahun terakhir dan difokuskan pada wilayah di sekitar area operasional perusahaan.
Program TJSL ini diarahkan pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, pemenuhangizi, serta pendampingan masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan secara terarahdengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pemangkukepentingan terkait guna memastikan program berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Pada tahun 2024, realisasi penyaluran dana TJSL untuk penanganan stunting mencapai Rp255 juta. Selanjutnya pada 2025, PTPN IV Regional V kembalimengalokasikan dana sebesar Rp106 juta untuk melanjutkan dan memperkuatkeberlanjutan program tersebut.
Fokus pelaksanaan program berada di desa-desa sekitar wilayah operasional PTPN IV Regional V. Pendekatan ini dilakukan untuk memudahkan proses pendampingan, monitoring, dan evaluasi, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Atas kontribusi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikanapresiasi kepada Holding Perkebunan Nusantara dengan menganugerahkanDirektur Utama Holding Perkebunan sebagai Orang Tua Asuh Stunting ProvinsiKalimantan Barat.
Memasuki 2026, PTPN IV Regional V kembali membuka ruang kolaborasi dengansejumlah desa di sekitar area operasional perusahaan, antara lain Desa Sungai Alai, Desa Kuala Boyan, dan Desa Semerangkai. Kolaborasi ini menjadi bagian darikomitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitaskesehatan serta tumbuh kembang anak.
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional V, Surya Xico Marpaung, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruhpemangku kepentingan serta pelaksanaan program yang berkesinambungan.
“PTPN IV Regional V terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya agar program TJSL yang dijalankan dapatmemberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui program TJSL tersebut, PTPN IV Regional V sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalampercepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan arah pembangunan nasional dan prinsip pembangunanberkelanjutan.

Tinggalkan Balasan