PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Distribusikan 240 Ton Beras SPHP hingga Akhir September 2025
JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mencatat total penyaluran berasprogram Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 240 ton hinggaakhir September 2025. Capaian ini dikukuhkan lewat kegiatan distribusi di halamankantor PalmCo, Gedung Agro Plaza, Jakarta, Selasa, akhir September lalu, yang menyalurkan dua ton beras kepada masyarakat sekitar.
Distribusi beras SPHP merupakan bagian dari dukungan anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) tersebut terhadap upaya pemerintahdalam menjaga stabilitas harga pangan pokok, khususnya beras.
Beras SPHP dijualdengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang saat ini berkisar antara Rp70.000 hingga Rp75.000 untuk volume yang sama.
“Kegiatan kemarin membuat total penyaluran kami sejak awal program mencapai240 ton. Tersebar di lebih dari 140 titik di berbagai wilayah. Ini bentuk nyatakomitmen PalmCo dalam menjaga ketersediaan pangan pokok yang terjangkau bagimasyarakat,” ujar Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangantertulisnya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Sejak pagi hari, puluhan warga sudah memadati halaman kantor PalmCo di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Beberapa datang dengan keluarga, sebagianlainnya membawa tetangga, berharap bisa membeli beras dengan harga lebihmurah.
Sulastri (45), warga Cempaka Putih, menjadi salah satu yang datang lebih awal. Iamengaku mengetahui informasi penjualan beras SPHP dari media sosial dan segeramengajak anaknya untuk ikut.
“Harga beras di pasar sekarang bisa Rp75.000 untuklima kilo. Kalau di sini cuma Rp60.000, beda Rp15.000 itu besar buat kami. Bisa dipakai beli telur,” ujarnya sambil mengangkat dua kantong beras yang dibelinya.
Bagi Sulastri dan banyak warga lain, kegiatan seperti ini bukan hanya membantusecara ekonomi, tetapi juga memberi rasa tenang di tengah ketidakpastian hargabahan pokok.
Senada dengan Sulastri, Rahmad (52), pekerja harian lepas asal Matraman, menyebut kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa BUMN benar-benar hadir di tengah masyarakat.
“Kami senang bisa beli langsung dan tidak dibatasi syarat ini-itu. Selama ini kan kalau ada operasi pasar, sering tidak tahu infonya. Tapi ini jelas, terbuka, dan harganya memang beda jauh,” ucapnya.
Program SPHP yang digerakkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan dijalankan bersama mitra strategis seperti PalmCo, dirancang untuk menjagakeseimbangan antara pasokan dan permintaan beras nasional. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat fondasi menuju kedaulatan pangan.
Jatmiko menegaskan bahwa PalmCo tidak sekadar ikut-ikutan dalam distribusi, tetapi mengambil peran aktif dan berkelanjutan.
“PalmCo adalah bagian dari BUMN perkebunan, dan itu membawa tanggung jawab untuk berbuat lebih dari sekadarproduksi komoditas. Kami ingin menjadi bagian dari solusi ketahanan pangannasional,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa distribusi beras SPHP tidak akan berhenti sampai di sini. Perusahaan telah menyusun agenda distribusi lanjutan hingga akhir tahun, dengan target menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat berpenghasilanrendah.
Di tengah dinamika harga pangan global dan tantangan iklim yang memengaruhiproduksi beras domestik, Jatmiko percaya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat adalah kunci menjaga ketahanan pangan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Bekerja sama dengan Bapanas, Kementerian Pertanian, dan masyarakat luas adalah fondasi agar harga dan pasokan pangantetap stabil,” ujarnya.
Program pangan murah yang dilakukan secara langsung kepada masyarakatmerupakan salah satu bentuk intervensi yang diperlukan di tengah fluktuasi harga. Namun, keberlanjutan dan pemerataan distribusi tetap menjadi aspek penting yang perlu terus dijaga agar dampaknya benar-benar terasa luas dan adil.

Tinggalkan Balasan