KREASI Kayong Utara Perkuat Pokja BSAN untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman
KAYONG UTARA – Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) Kayong Utara bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah memperkuat kapasitas Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Penguatan tersebut dilakukan melalui workshop yang berlangsung di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kayong Utara pada 10–11 September 2026.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur yang tergabung dalam Pokja BSAN, di antaranya organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani perlindungan dan pemenuhan hak anak, Polres Kayong Utara, Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, serta organisasi profesi di bidang pendidikan.
Dalam workshop tersebut, KREASI Kayong Utara menghadirkan Diana Sari, ST., M.Pd. dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat sebagai narasumber.
Materi penguatan mencakup penyamaan pemahaman mengenai Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, pembagian peran dan tanggung jawab setiap pihak, penguatan koordinasi, pemetaan tantangan, hingga strategi pencegahan dan penanganan berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.
Upaya tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Kepmendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraannya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, mengapresiasi langkah KREASI dalam memperkuat peran Pokja BSAN. Menurutnya, regulasi yang telah diterbitkan perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret dan sistem kerja yang dapat diterapkan di daerah.
“Regulasi tidak akan banyak berarti jika hanya berhenti sebagai dokumen. Tantangan kita adalah bagaimana menerjemahkannya menjadi praktik dan sistem kerja yang benar-benar dapat dijalankan di Kabupaten Kayong Utara,” ujar Erwin.
Ia menilai keberadaan Pokja BSAN tidak cukup hanya melalui kegiatan pertemuan. Kelompok kerja tersebut harus mampu menjalankan fungsi koordinasi dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan.
“Yang paling penting, kerja Pokja harus dapat dirasakan sampai ke lingkungan sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Advocacy Officer KREASI Kayong Utara, Hengki Hayatullah, mengatakan terwujudnya sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan.
“Menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya tugas guru. Ini membutuhkan kerja sama seluruh ekosistem pendidikan. Ukuran keberhasilannya sederhana: ketika anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi saat belajar di sekolah,” kata Hengki.
Menurut Hengki, penguatan Pokja BSAN pada akhirnya harus memberikan dampak langsung terhadap pengalaman anak selama berada di sekolah.
Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, menyampaikan persoalan, serta memperoleh perlindungan ketika membutuhkan bantuan.
Dengan penguatan koordinasi dan kapasitas Pokja BSAN, kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Kayong Utara diharapkan semakin efektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Tinggalkan Balasan