KAYONG UTARA – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kayong Utara mendapat perhatian dari KREASI Muhammadiyah Kayong Utara. Organisasi tersebut membagikan masker kepada masyarakat di sekitar Teluk Melano, Rabu (2/9/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak memburuknya kualitas udara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas udara Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara pada Rabu pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) secara keseluruhan tercatat 981. Konsentrasi PM2.5 mencapai 981 µg/m³, sementara PM10 berada di angka 1.896 µg/m³.

Kondisi lebih tinggi tercatat di kawasan Teluk Melano. Konsentrasi PM2.5 mencapai 1.080 µg/m³ dan PM10 sebesar 1.885 µg/m³. Berdasarkan parameter yang digunakan dalam pemantauan tersebut, kondisi kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Kabut asap dengan konsentrasi partikel tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Melihat kondisi tersebut, KREASI Muhammadiyah Kayong Utara mengambil langkah dengan membagikan masker kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya perlindungan bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk.

Project Manager KREASI Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Kondisi kabut asap yang terjadi saat ini menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara, kondisi di Kabupaten Kayong Utara, termasuk Teluk Melano, telah berada pada kategori berbahaya. Oleh karena itu, kami dari KREASI Muhammadiyah Kayong Utara berinisiatif membagikan masker kepada masyarakat sebagai salah satu upaya perlindungan dari paparan asap,” ujar Rezky.

Menurut Rezky, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika masyarakat terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Namun, ia mengingatkan bahwa masker bukan satu-satunya upaya untuk menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk.

“Kami berharap masker yang dibagikan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan langsung terhadap partikel dari kabut asap. Namun, perlindungan kesehatan tentu tidak cukup hanya dengan menggunakan masker. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing serta anggota keluarga,” katanya.

Rezky mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, khususnya bagi kelompok yang rentan terdampak paparan asap. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diingatkan untuk menggunakan masker yang sesuai.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kabut asap semakin pekat. Informasi mengenai perkembangan kualitas udara juga sebaiknya diperoleh dari pemerintah dan instansi terkait.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap ini. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan riwayat penyakit tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan asap. Keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun gangguan kesehatan lainnya perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan apabila berlanjut atau memburuk.

Aksi pembagian masker tersebut menjadi bagian dari kepedulian KREASI Muhammadiyah Kayong Utara terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kabut asap. Selain membantu warga secara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara berada pada kondisi buruk.

KREASI Muhammadiyah Kayong Utara menyatakan akan terus mendorong kegiatan yang mendukung perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, serta berkontribusi dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung bagi masyarakat.