MELIAU – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat implementasi praktik perkebunan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di seluruh entitas usaha. Sejalan dengan komitmen tersebut, PTPN IV Regional V menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi insan perusahaan di wilayah operasional Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 90 peserta ini berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Juli 2026, bekerja sama dengan Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Pontianak. Hari pertama kegiatan dilaksanakan di Wisma Parindu, sedangkan hari kedua dipusatkan di Aula Unit Group Kalbar Meliau.

Pelaksanaan Bimtek mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar serta Pengendalian Kebakaran Lahan Perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi pencegahan kebakaran, sistem deteksi dini, teknik penanggulangan kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Seluruh materi disampaikan secara teori dan praktik oleh instruktur Manggala Agni yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian karhutla.

Salah seorang peserta, Salma Khairunnisa, CKP, Asisten Personalia & Teknik Kebun Gunung Meliau, mengapresiasi penyelenggaraan Bimtek tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah yang harus dipersiapkan perusahaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya mengikuti Bimtek Dalkarhutla dan memberikan banyak wawasan baru. Materi yang disampaikan sangat penting, terutama mengenai berbagai persiapan yang harus dilakukan, baik dari sisi kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Salma.

Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh akan segera diimplementasikan di unit kerjanya untuk semakin memperkuat sistem pencegahan dan kesiapsiagaan.

“Sepulang dari kegiatan ini, kami di Kebun Gunung Meliau dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang, mulai dari penyempurnaan struktur organisasi regu pengendalian kebakaran, penguatan sarana dan prasarana, hingga inventarisasi sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi keadaan darurat. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target Zero Fire di lingkungan kerja PTPN IV Regional V,” tuturnya.

Kepala Sub Bagian Pengembangan SDM & Talenta PTPN IV Regional V, Djoko Purwanto, mengatakan bahwa Bimtek Dalkarhutla merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan instansi yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

“Melalui kerja sama dengan Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang, peserta mendapatkan pembekalan yang komprehensif, mulai dari aspek pencegahan, deteksi dini, penanggulangan kebakaran, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di unit kerja masing-masing sehingga kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi musim kemarau semakin optimal dan target Zero Fire dapat terus diwujudkan,” ujar Djoko.

Sementara itu, Kepala Bagian SDM & Sistem Manajemen PTPN IV Regional V, Donny Usman, menegaskan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan aspek strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, melindungi aset, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan Bimtek ini juga merupakan implementasi budaya transformasi One PTPN One Culture yang berlandaskan nilai Ownership Mindset, Networking, dan Excellence. Nilai Ownership Mindset mendorong setiap insan perusahaan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perlindungan aset, lingkungan, dan wilayah kerja. Networkingdiwujudkan melalui sinergi dengan pemerintah, aparat, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengendalian karhutla yang efektif. Sementara Excellence tercermin melalui peningkatan kompetensi, disiplin, kesiapsiagaan, serta penerapan standar operasional secara konsisten.

“Sebagai perusahaan perkebunan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, PTPN IV Regional V memiliki komitmen untuk mewujudkan operasional yang aman, bertanggung jawab, dan bebas dari praktik pembakaran. Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat budaya pencegahan di seluruh unit kerja. Dengan kesiapsiagaan yang semakin baik, kami optimistis target Zero Fire dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap tata kelola perkebunan yang berkelanjutan,” tutup Donny.

Melalui penyelenggaraan Bimtek Dalkarhutla ini, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, menerapkan tata kelola perkebunan yang bertanggung jawab, memenuhi standar keberlanjutan nasional maupun internasional, serta berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan di seluruh wilayah operasional perusahaan.